Penambang Meninggal Tertimpa Bongkahan Batu Besar

Home / Berita / Penambang Meninggal Tertimpa Bongkahan Batu Besar
Penambang Meninggal Tertimpa Bongkahan Batu Besar Proses evakuasi korban tertimpa batu besar di Gunung Batu, Kampung Sompok RT 3 / RW 4 Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (17/2/20) sore. ist

TIMESBANDUNG, BANDUNG – Seorang penambang batu, Agun (59), meninggal dunia akibat tertimpa bongkahan batu berdiameter tiga meter, di Gunung Batu, Kampung Sompok RT 3 / RW 4 Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (17/2/20) sore.

Korban tak mampu menghindar saat batu besar itu menggelinding dari atas akibat tumpukan batu di bekas galian C itu mengalami longsor menyusul hujan besar di lokasi. Dibantu alat berat backhoe, jasad korban akhirnya berhasil diangkat dan sempat dievakuasi ke puskesmas terdekat sebelum dibawa ke rumah duka. 

"Dari hasil pemeriksanaan jasad korban, korban meninggal akibat tertimpa bongkahan batu besar. Akibatnya, korban mengalami luka patah tulang pinggul sebelah kiri, sobek bagian selangkangan sebelah kiri, luka lecet bagian pinggang sebelah kiri, sobek di bagian dahi sebelah kiri," jelas Kapolsek Pameungpeuk Kompol Dasep kepada TIMES Indonesia, Selasa (18/2/20).

Kapolsek mengatakan, diduga saat kejadian tidak ada saksi atau warga sekitar yang melihat korban tertimpa longsoran batu. Kampol Dasep menuturkan kronologisnya, Sana, anak dari korban saat itu mencari bapaknya yang belum juga pulang ke rumah.

"Anaknya ini disuruh oleh ibunya untuk mencari bapak ke lokasi. Sesampainya di sana, anaknya tidak melihat bapaknya, tapi dia menemukan sendal sama bungkus rokok bapaknya," kata Kompol Dasep. 

Dari kecurigaan itu anak korban kemudian menganggat batu-batu kecil, di sekitar sendal bapaknya ditemukan. "Saat mengangkat batu-batu kecil itu, anaknya ini menemukan tangan dan badan bapaknya sudah tertimpa batu besar," imbuh Kompol Dasep.

Saking besarnya batu yang menimpa bapaknya itu, Sana pun mencari pertolongan dengan pertama kali memberitahu Dedi Rohendi, pemilik lahan bekas tambang batu itu. Dedi sendiri mengaku tidak mengetahui kalau di areal bekas tambang itu ada yang sedang menambang batu. "Kita terpaksa juga kerahkan backhoe untuk menggali bebatuan dan mengangkat batu besar," ujar Kapolsek.

Dengan kejadian ini pihak korban menggap suatu musibah dan tidak akan dilakukan autopsi. "Pihak keluarga korban juga membuat surat peryataan bahwa keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah," ujar Kompol Dasep. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com