Kabut Asap Riau Semakin Pekat, Aktivitas Penerbangan Terganggu

Home / Berita / Kabut Asap Riau Semakin Pekat, Aktivitas Penerbangan Terganggu
Kabut Asap Riau Semakin Pekat, Aktivitas Penerbangan Terganggu Sejumlah pengendara melaju di jalan yang dipenuhi kabut asap di Jalan Medan - Banda Aceh di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (24/7). (FOTO: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

TIMESBANDUNG, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau semakin pekat sejak Jumat (13/9/2019) pagi. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang semakin terbatas. Bahkan, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru turut terganggu akibat kabut asap Riau ini.

Yogi Prasetyo, Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Syarif Kasim II, membenarkan ada beberapa penerbangan yang tertunda karena kondisi cuaca. Namun otoritas bandara belum memberi pernyataan lengkap terkait waktu kondisi itu bakal terjadi.

"Hari ini ada beberapa penerbangan yang tertunda," ujar Yogi seperti dikutip dari Antara.

Beberapa penerbangan pesawat yang terganggu akibat kabut asap Riau ini antara lain maskapai Citilink rute Pekanbaru-Yogyakarta terpaksa ditunda dari jadwal seharusnya. Kemudian pesawat maskapai Citilink tujuan Jakarta dan Lion Air tujuan Medan juga mengalami nasib yang sama.

Maskapai Garuda Indonesia tujuan Jakarta juga menunda jadwal penerbangan selama satu jam. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 11.05 WIB, namun mundur menjadi 12.05 WIB.

Sementara itu, pesawat Lion Air tujuan Batam dengan jadwal penerbangan pukul 11.40 WIB terlihat dibatalkan.

Sebenarnya bandara internasional tersebut memiliki perangkat Instrument Landing System (ILS) yang sangat membantu pada kondisi kabut asap pekat. Alat ini bisa membantu penerbangan untuk jarak pandang 800 meter-1000 meter.

Namun, kondisi kabut asap Riau pada hari ini lebih pekat dari waktu sebelumnya. Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat membuat jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis hanya berkisar 200 hingga 400 meter. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com