Soal Ibu Kota Negara, Menteri PUPR RI: Indonesia Juga Belajar dari Kazakhstan

Home / Berita / Soal Ibu Kota Negara, Menteri PUPR RI: Indonesia Juga Belajar dari Kazakhstan
Soal Ibu Kota Negara, Menteri PUPR RI: Indonesia Juga Belajar dari Kazakhstan Rapat Penjelasan teknis dan administratif (Aanwijzing) Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara di Jakarta, Jumat (18/10/2019). (Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESBANDUNG, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Menteri PUPR RI), Basuki Hadimuljono mengatakan, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Kazakhstan dalam menyusun desain kawasan Ibu Kota Negara yakni Master Plan Kota Nur Sultan atau Astana.

Kazakhstan bahkan menyelenggarakan kompetisi internasional soal desain kawasan ibu kota negaranya. Dalam masterplan Kota Nur Sultan, ibu kota Kazakhstan dibagi menjadi tiga zona yakni zona penyangga berupa sabuk hijau, zona inti kota dan zona pengembangan kota.

Rapat-PUPR-2.jpg

Indonesia juga melakukan hal serupa dengan membuka Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) tingkat nasional pada tanggal 2 Oktober 2019 lalu di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Demikian halnya dengan Indonesia, ruang lingkup penilaian sayembara adalah gagasan desain (basic urban concept) yang meliputi desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas area 2.000 – 6.000 ha, Kawasan Ibu Kota Negara (K-IKN) dengan luas area ±40.000 ha dan Kawasan Perluasan Ibu Kota Negara (KP-IKN) dengan luas total area hingga ±180.000 ha (termasuk luasan KIPP dan K-IKN)," kata Menteri PUPR RI seperti disampaikan Sekjen Kementerian PUPR RI dalam Rapat Penjelasan teknis dan administratif (Aanwijzing) Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, IKN yang baru harus dirancang sebagai kota masa depan berkonsep smart metropolis sebagai tempat dimana talenta-talenta terbaik nasional dan internasional akan tinggal dan bekerja.

"Jadi kota ini harus memiliki semua fasilitas terbaik di Asia Tenggara dari sisi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan riset," ujarnya.

Rapat-PUPR-3.jpg

Selain dirancang menjadi kota cerdas, desain IKN baru juga harus mencerminkan identitas bangsa yang diterjemahkan dalam urban design secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

"Selain itu, IKN baru harus menunjukkan keberlanjutan kehidupan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan," katanya.

Menteri Basuki juga menegaskan bahwa perencanaan dan perancangan Ibu Kota Negara ini merupakan langkah awal yang menentukan dalam mewujudkan IKN yang sesuai dengan harapan bangsa. "Dalam sayembara ini, kami berharap agar para peserta dapat mencurahkan gagasan-gagasannya untuk mentransformasikan setiap kriteria ke dalam bentuk desain kota yang kita impikan dan akan kita wujudkan bersama," imbuh Menteri PUPR RI(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com