Karena Covid-19 Kini Peran Ortu Dalam Pendampingan Daring Cukup Berat, Tipsnya Begini

Home / Gaya Hidup / Karena Covid-19 Kini Peran Ortu Dalam Pendampingan Daring Cukup Berat, Tipsnya Begini
Karena Covid-19 Kini Peran Ortu Dalam Pendampingan Daring Cukup Berat, Tipsnya Begini Ilustrasi - ibu dengan anak. (FOTO: livestrong)

TIMESBANDUNG, JAKARTA – Tugas orangtua terutama ibu, saat ini menjadi bertambah berat bahkan, setelah pemerintah memutuskan proses belajar mengajar diubah menjadi on-line artinya dari rumah selama pandemi Covid-19.

Bagaimana agar proses belajar mengajar itu berjalan efektif meskipun dilakukan dari rumah ?

Memang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta ada panduan normatif seperti dalam akun Instagram tentang tugas untuk kepala sekolah, guru, orang dan siswa.

Misalnya tugas Kepala Sekolah adalah memberikan surat tugas kepada guru serta surat edaran kepada orangtua untuk melakukan kegiatan pembelajaran di rumah, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan virus corona di sekolah.

Kepada para guru juga ada tugas, misalnya menyiapkan bahan ajar yang akan diunggah kepada siswa,  menentukan media belajar seperti grup Whatsapp, email, Google Clasroom, atau aplikasi media belajar lain sesuai rekomendasi Kemendikbud.

Kepada para orang tua juga diminta untuk memastikan siswa melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing-masing,  membatasi izin kegiatan di luar rumah, berkoordinasi dengan wali kelas, guru atau sekolah, membantu siswa menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) di rumah dan sebagainya.

Kepada para siswa diminta mempelajari bahan atau materi mata pelajaran yang diunggah guru melalui media yang telah disepakati. Kemudian melakukan diskusi dengan guru melalui media online jika masih ada hal yang kurang jelas dari materi yang diberikan.

Namun sebenarnya beban yang cukup berat kini berada dipundak para orang tua sampai 14 hari ke depan berakhirnya pemberlakuan sistem daring karena Covid-19 ini.

Penyesuaian yang cukup berat justru akan terjadi di rumah, khususnya orang tua dalam mendampingi anaknya tatkala mengikuti proses belajar di rumah itu dengan memberikan pengertian bahwa mereka harus tetap belajar seperti biasa.

Apa yang harus dilakukan ortu di rumah. Ada 6 tips yang cukup bisa membantu seperti dikutip dari laman PopMama.com, 

1. Patuhi jadwal

Meskipun anak berada di rumah, orang tua tetap harus memperlakukan kebiasaan saat anaknya bersekolah. Misalnya, anak harus bangun jam 6 pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah.

Setelah itu ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah agar membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah.

Ketika tiba waktunya untuk beristirahat, biarkan anak menghentikan kegiatan belajarnya. Ini penting untuk merelaksasi pikiran dan membuat anak kembali fokus. Demikian juga bila sudah waktunya untuk selesai belajar, hentikan kegiatan belajar.

2. Cek tugas sekolah

Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Anak juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan yaitu tugas sekolah.

Pastikan dengan anak tentang tugas apa saja yang diberikan oleh guru-guru di sekolah. Bersama anak buatlah jadwal untuk menyelesaikan tugas sekolah tersebut. Pastikan anak menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan tepat waktu. 

3. Dampingi anak belajar

Ada sekolah yang memang menerapkan belajar online atau melakukan video conference dengan guru. Tapi bagi anak yang tidak mendapatkan hal ini, tentu perlu ada pendampingan dalam belajar.

Berlakulah ortu sebagai guru dengan mengajari anak agar ia mengerti tentang materi yang sedang dipelajari. Jika ortu sibuk atau bekerja, coba minta pengasuh atau datangkan guru les ke rumah untuk menggantikan mama agar anak tidak ketinggalan pelajaran.

4. Kontak guru bila mengalami kesulitan

Pastikan ortu selalu berhubungan dengan guru. Dengan begitu ortu akan selalu mendapatkan informasi mengenai pelajaran atau tugas yang harus diselesaikan.

Kalau ortu menemukan kesulitan dengan materi pelajaran atau dengan anak,  bisa berkonsultasi dengan guru bagaimana cara mengatasinya.

5. Ciptakan ruang belajar yang kondusif

Tentukan tempat belajar khusus di rumah dan pastikan agar anak selalu belajar di tempat itu. Pilih ruangan yang tenang.

Kalau si anak merasa bosan dan ingin belajar di luar meja belajarnya, di sofa, atau di kamar, jangan dibiarkan. Sebab konsentrasi belajarnya bisa terganggu dan cenderung tergoda untuk bermalas-malasan.

Karena dengan membiasakan anak belajar di meja belajar, akan membuat anak selalu fokus pada pelajarannya.

6. Evaluasi

Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar di rumah berjalan sesuai jadwal.

Jika anak terlambat dalam menyelesaikan tugas, cari penyebabnya. Diskusikan dengan anak apa kesulitannya dan apakah anak memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Yang terpenting lagi, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan di rumah. Selamat belajar.

Itulah tips pendampingan belajar di rumah yang mungkin bisa diterapkan para orangtua terutama ibu yang saat ini menjadi bertambah berat bahkan, setelah pemerintah memutuskan proses belajar mengajar dirubah dengan sistem daring , yakni di rumah saja selama pandemi Covid-19. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com